Senin, 31 Mei 2010

Kreasi Tepung MOCAF

Tepung Mocaf? Apakah itu?

MOCAF merupakan kependekan dari kata dalam bahasa Inggris “Modified Cassava Flour “ yang dalam bahasa Indonesianya disebut juga “Modifikasi Tepung Ketela Pohon" (Sumber: http://kipti.blogspot.com/2010/03/produk-tepung-mocaf.html)

Secara definitif, MOCAF adalah produk tepung dari singkong yang diproses menggunakan prinsip memodifikasi sel singkong secara fermentasi, dimana mikroba BAL (Bakteri Asam Laktat) mendominasi selama fermentasi tepung singkong ini. Mikroba yang tumbuh menghasilkan enzim pektinolitik dan selulolitik yang dapat menghancurkan dinding sel singkong, sedemikian rupa sehingga terjadi liberasi granula pati. Mikroba tersebut juga menghasilkan enzim-enzim yang menghidrolisis pati menjadi gula dan selanjutnya mengubahnya menjadi asam-asam organik, terutama asam laktat. Hal ini akan menyebabkan perubahan karakteristik dari tepung yang dihasilkan berupa naiknya viskositas, kemampuan gelasi, daya rehidrasi, dan kemudahan melarut. Demikian pula, cita rasa MOCAF menjadi netral dengan menutupi cita rasa singkong sampai 70%. Walaupun dari komposisi kimianya tidak jauh berbeda, MOCAF mempunyai karakteristik fisik dan organoleptik yang spesifik jika dibandingkan dengan tepung singkong pada umumnya. Kandungan nitrogen MOCAF lebih rendah dibandingkan tepung singkong, dimana senyawa ini dapat menyebabkan warna coklat ketika pengeringan atau pemanasan.
Dampaknya adalah warna MOCAL yang dihasilkan lebih putih jika dibandingkan dengan warna tepung singkong biasa. (Sumber: http://www.foodreview.biz/login/preview.php?view&id=55607)

                  (Sumber gambar : http://pawonindonesia.co.cc/tepung-tepungan, http://mocaf-indonesia.com/?p=67)

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa produk MOCAF secara ekonomis ternyata jauh lebih murah daripada produk terigu yang selama ini beredar di pasaran. Bahan baku yang mudah dibudidayakan, murahnya harga ubi kayu di pasaran saat ini, serta proses pengolahan tepung yang tidak memerlukan teknologi tinggi, membuat harga MOCAF saat ini hanya berkisar antara 40-60 persen dari harga terigu. Hal ini membuat produk jadi apapun yang dihasilkan dari MOCAF ini akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan tepung terigu.
Selama ini penggunaan tepung ubi kayu biasa karena kualitasnya, masih sangat terbatas. Untuk food ingredient misalnya, seperti substitusi terigu sebesar 5% pada mie instant yang menghasilkan produk dengan mutu rendah, atau pada kue kering. Namun aplikasi tepung MOCAF dengan karakteristik yang dijelaskan di atas, ternyata mampu menghasilkan produk makanan yang sangat menggembirakan.
Berbagai ujicoba telah dilakukan untuk penerapan MOCAF sejak tahun 2004 antara lain dengan :
• Produk Mie, Sentafood Indonusa (Karawang)
• Produk Bihun, Tiga Pilar Sejahtera (Solo)
• Produk Biskuit, Indofood (Cikampek)
• Produk Snack, Garuda Food (Jakarta), Dua Kelinci dan Berkat Aneka Pangan (Sukabumi)
• Aneka makanan, Yayasan Kuliner Indonesia (Jakarta)
Hasilnya uji coba menunjukkan MOCAF dapat digunakan sebagai food ingredient dengan penggunaan yang sangat luas. MOCAF ternyata tidak hanya bisa dipakai sebagai bahan pelengkap, namun dapat langsung digunakan sebagai bahan baku dari berbagai jenis makanan, mulai dari mie, bakery, cookies hingga makanan semi basah. Dengan sedikit perubahan dalam formula, atau prosesnya, karena produk ini tidak-lah sama persis karakteristiknya dengan tepung terigu, beras atau yang lainnya, dapat dihasilkan produk yang bermutu optimal. Kue brownish, kue kukus dan spongy cake dapat dibuat dengan berbahan baku 100% MOCAF sebagai tepungnya. Produk yang dihasilkan mempunyai karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan produk yang dibuat menggunakan tepung terigu tipe berprotein rendah (soft wheat). Sebagai produk yang pengembangan volumenya berdasarkan kocokan telur, maka tidaklah sulit bagi MOCAL untuk mengganti tepung terigu tersebut.
Untuk cita rasanya, hasil uji organoleptik dengan resep standar menunjukkan bahwa panelis tidak mengetahui bahwa kue-kue tersebut dibuat dari MOCAF yang berasal dari ubi kayu. Kue-kue berbahan baku MOCAF ini mempunyai ketahanan terhadap dehidrasi yang tinggi, sehingga mampu disimpan dalam 3-4 hari tanpa perubahan tekstur yang berarti.
MOCAF juga telah diujicoba untuk digunakan beragam kue kering, seperti cookies, nastar, dan kastengel, dimana 100% tepungnya menggunakan MOCAF. Hasilnya menunjukkan bahwa kue kering yang dihasilkan mempunyai karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan produk yang dibuat menggunakan tepung terigu tipe berprotein rendah (soft wheat). Hanya saja, MOCAF memerlukan mentega atau margarin sedikit lebih banyak dibandingkan tepung terigu untuk mendapatkan tekstur yang baik. Untuk cita rasanya, hasil uji organoleptik dengan resep standar menunjukkan bahwa panelis tidak mengetahui bahwa kue-kue tersebut dibuat dari MOCAF yang berasal dari ubi kayu. (Sumber: http://tepungmocaf.com/)


Produk baru ini terus berkembang, dan dengan menggunakan teknik penggilingan yang cermat, dihasilkan MOCAF dengan kandungan serat kasar yang tinggi, yang kemudian diberi label sebagai MOCAF-HF. Produk ini mempunyai serat yang tinggi hingga mencapai 12%, sebanding dengan serat dari tepung gandum utuh (whole grain-wheat flour). Tepung ini secara fisik berwarna putih khas tepung MOCAF, dengan aroma asam laktat yang dihasilkan dari proses fermentasi.Menilik dari komposisinya, MOCAF-HF mempunyai beberapa aspek kesehatan yang cukup menonjol, yaitu kaya serat dan bebas gluten yang jika digunakan sebagai ingridien, akan menghasilkan produk dengan Unique Selling Point (USP) yang baik. MOCAF-HF kaya akan serat, sehingga mempunyai efek sebagai prebiotik yang membantu pertumbuhan mikroba yang bermanfaat dalam perut. Mikroflora dalam usus besar akan memfermentasi serat yang tidak dapat dicerna oleh sistem usus halus.Di samping itu, klaim bahwa serat dapat mengurangi penyerapan kolesterol, mengencerkan toksin dan meningkatkan produksi asam lemak rantai pendek juga akan menjadi nilai positif bagi penggunaan MOCAF-HF.
Selanjutnya, ketiadaan gluten menjadikan MOCAF-HF ini baik untuk penderita autis dan tidak menyebabkan alergi yang terkadang muncul sebagai akibat mengonsumsi gluten. Gluten dapat menyebabkan penyakit intoleransi terhadap gluten (celiac disease).
(Sumber: http://www.foodreview.biz/login/preview.php?view&id=55993)


Naaahh..bisa baca- baca di link itu ya untuk mengetahui lebih lanjut tentang tepung MOCAF ini...


Oleh karena tepung Mocaf ini bisa menggantikan Terigu sampai 100%, jadi penasaran nyobain. Ketika ditawarkan oleh mbak Nadrah tepung ini langsung mauuuu. Nah berikut ini, hasil uji coba pengolahan Tepung Mocaf yang kubuat untuk Bolu Kukus, Melted Brownies, dan Semprit Keju.

Bolu Kukus
menggunakan resep Bolu Kukus 10 Menit NCC
 *aku buat setengah resep dari ini*
Bahan:
-         450 gr  gula pasir
-         500 gr  tepung terigu (ditambah dengan 1 sdt baking powder double acting) --- aku ganti tepung MOCAF
-         4 btr     telur
-         300 cc  air putih / susu encer / santan ------ aku pakai santan instan
-         1 sdm   emulsifer
-         1 sdt     essence pisang ----- aku pake esence kopi
Cara;
-         kocok semua bahan 10 menit, tuang di cetakan yang telah dilapisi kertas, lalu kukus selama 10 menit








Hasilnya: Bisa lumayan mekar (belum ngakak), tapi tekstur padat sekali. Rasa? Enaaakk!!! Ngenyangin nih saking padatnya.. hehhehhehee....
Dengan setengah resep diatas bisa dapat 15 cup Bolu Kukus











Melted Brownies
CHOCOLATE MELT BROWNIES AGOGO
by Yenny Agustin

Bahan :
(untuk loyang Brownies uk 30x10x4 cm)

150 gr gula kastor
100 gr terigu protein sedang---- aku ganti tepung MOCAF
100 gr mentega
100 gr dark cooking chocolate (kalau mau lebih nyoklat bisa sekitar 125 - 140 gr)
kacang almond panggang (boleh kenari, kacang tanah)
vanili ---> aku pake 1/2 sdt vanilla extract

Cara Membuat :
  • Lelehkan mentega dan dark cooking chocolate sampai lume
  • Tambahkan gula, aduk sampai rata, masukkan telur, vanilli, aduk rata.
  • Masukkan tepung
  • Siapkan loyang brownies yang sudah dioles mentega dan dialas kertas roti.
  • Tuang setengah adonan kedalam loyang, lalu tata coklat corveture kepingan diatas adonan, lalu tutup dengan sisa adonan
  • Taburi atas adonan dengan Almond
  • Panggang sampai matang.--->Oven Sico ku panas 180'C lama 25 menit.
  • Diamkan sebentar, potong-potong 






Hasilnya : Mmmmhhmm.... nggak jauh beda dengan resep asli menggunakan terigu. So Yummy, legit  sekali. Seingatku, menggunakan tepung terigu hasil jadinya bisa lebih tinggi sedikit. tapi perbedann hasil tinggi Brownies, tidak sampai 5mm.












Semprit MOCAF Keju
dari resep Semprit Keju Tabloid LeZat edisi 153 Tahun VII.

Bahan:
Mentega 250 gram ---- aku pakai Blueband Margarine
Gula Halus 75 gram
Tepung Terigu protein Sedang 275 gram ----- aku ganti Tepung Mocaf
Susu bubuk 25 gram
Garam 1/4 sendok Teh
Keju Cheddar 50 gram, parut

Cara membuat:
1. Kocok mentega hingga lembut, lalu masukkan gula, kocok kembali hingga tercampur rata.
2. Masukkan tepung terigu, susu bubuk, keju parut dan garam, aduk rata.
3. Lasukkan adonan ke dalam kantong semprot dengan bantuan spuit semprotkan membentuk bunga.
4. Lakukan hingga adonan habis dan letakkan dalam loyang datar yang telah dioles margarine.
panggang dalam suhu 170'C selama 25 menit hingga matang, angkat.


Hasilnya: Seperti kebanyakan kue kering lainnya, renyah, gurih dan enak. Tekstur tidak ada bedanya dengan menggunakan terigu. Wowww!!


Nah, ternyata beneran lho.. Tepung Mocaf bisa jadi alternatif pengganti tepung terigu. Berikutnya, aku mau coba untuk roti, mie dan cake besar ( base cake untuk dekorasi kue). setidaknya, dengan harga yang lebih murah Tepung Mocaf punya keunggulan tersendiri. produksi anak negeri lho!! Patut dibanggakan...
Selain itu kandungannya yang bebas gluten, sangat membantu ketersediaan bahan untuk penderita Autism dan intoleransi Gluten.. Karya ini kupersembahkan untuk kalian, saudaraku!!!











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails