Tampilkan postingan dengan label kue tradisional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kue tradisional. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 November 2011

Serabi si pemikat hati

Tak terasa Indonesian Foodblogger, sebuah group asyik tempat ngumpulnya para foodiebloger asal Indonesia, mengadakan challenge chapter ke- 2 (dua) untuk anggotanya. Di tantangan sebelumnya, aku ikut juga nih, waktu itu aku posting Buntil. Nah chapter ke-dua ini disempetin ikut deh buat ngerame-ramein padahal udah deket tenggat waktu. Challenge kali ini bertema Indonesian Snack. Nah, kali ini yang kubuat adalah Serabi.


Serabi Kinca

Kenapa serabi? Karena aku sungguh penasaran dengan bagaimana cara membuat serabi ini. Browsing resep, dapatnya beraneka ragam. Karena ternyata Serabi pun banyak sekali macamnya. Ada yang manis, ada yang asin. Ada Serabi Solo, ada Serabi Dengklok. Ada yang dicampur kelapa, ada yang tidak. Ada yang pakai tepung terigu, ada yang dicampur tepung beras. Ada yang pakai ragi, ada yang pakai baking powder, ada yang pakai baking soda, ada yang tidak pakai bahan pengembang  pencipta serat, cukup adonan ditepuk - tepuk saja. Bingung nggak tuh mau pakai yang mana. Hihihhihii..Kali ini aku coba resepnya dari sini


SERABI HIJAU
untuk 30 pcs.
BAHAN:
  • 500 gram tepung terigu
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt baking powder ---- aku pakai 1sdt BPDA
  • 3 butir telur, kocok sebentar 
  • 1250 ml santan, dari 1 butir kelapa
  • 50 ml air daun suji-pandan --- aku pakai pandan pasta
SAUS KINCA:
  • 200 gram gula merah, sisir -- karena tidak mau terlalu merah aku hanya pakai 50 gram saja
  • 1 sdm gula pasir ---- untuk rasa manis aku pakai 125 gram gula pasir
  • 750 ml santan, dari 1 butir kelapa
  • 1/2 sdt garam
  • 6 cm kayu manis
  • 2 butir cengkih
  • 4 lembar daun pandan, potong-potong
  • Aku tambahkan: 30 gram tepung beras diencerkan dengan sedikit air untuk pengental
CARA MEMBUAT:
  1. Campur tepung, garam dan baking powder dalam wadah, aduk rata. Tambahkan telur kocok dan 400 ml santan ke dalamnya, aduk rata. Tepuk-tepuk adonan dengan telapak tangan selama 20 menit hingga adonan licin dan terasa ringan.
  2. Masukkan sisa santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata. Masukkan pasta pandan ke dalam adonan, aduk rata. Aduk dengan sendok kayu, agar udara bisa masuk ke dalam adonan. Diamkan adonan kurang lebih 2 jam.
  3. Siapkan wajan kecil berdasar tebal atau wajan tanah liat, panaskan di atas api sedang, olesi dengan minyak goreng (aku pakai minyak kelapa merk Barco). Tuang 1 sendok sayur (kurang lebih 75 ml) adonan ke dalam wajan.
  4. Masak hingga adonan berlubang-lubang mulai dari bagian pinggirnya, tunggu hingga lubang cukup banyak, tutup wajan, masak hingga serabi matang. Congkel dan keluarkan serabi dari wajan. Lakukan hingga semua adonan habis.
  5. Saus: Taruh semua bahan saus di dalam panci, masak diatas api sedang. Timba-timba santan hingga mendidih agar santan tidak pecah. Saat mendidih, masukkan larutan tepung beras untuk mengentalkan. Masak terus hingga bau harumnya keluar, angkat. Sajikan serabi dengan saus kinca.

Serabi Kinca

Nah, percobaan kali ini juga kurasa tidak terlalu berhasil. Pengennya tuh permukaan serabi jadi bolong - bolong semua. Eh yang jadi kok permukaannya cenderung mulus, hehehhee. Dalamnya sih cukup banyak seratnya. Rasa yang pasti enak, tekstur juga tidak mengecewakan. Mungkin kurang seru nepuk- nepuk adonannya kali ya. Karena proses penepukan adonan ini ternyata sangat berpengaruh untuk pembentukan serat. Contohnya pada kue Carabikang, walaupun tanpa bahan pengembang tetap saja bisa berserat keren gitu, pasti akibat penepukan yang adekuat.

Suatu saat pasti akan dicoba lagi nih resep yang lain. Karena selain rasanya yang khas dan legit, penampilan Serabi dengan lubang- lubang di permukaan serta efek gosong di bagian bawahnya, sungguh sangat memikat hati.

Kamis, 22 September 2011

Talam Ubi Ungu

Kue Talam merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia. Entah dari mana aslinya kudapan yang satu ini, nampaknya Kue Talam sudah jamak dikonsumsi masyarakat khususnya pecinta snack tradisional. Kue Talam bisa dimodifikasi dengan berbagai bahan dan rasa. Mulai dari talam pandan, talam gula merah, talam ebi, dan talam ubi. Talam Ubi sendiri bisa dibuat dari Ubi Jalar Kuning ataupun Ungu.

Talam Ubi Ungu

Talam Ubi Ungu ini sering kubuat untuk pesanan kue tampah. Peminatnya lumayan banyak, termasuk pula pembuatnya.:D. Dulu browsing untuk mendapatkan resepnya, dicatat di kertas kecil, eeh kok ya sekarang lupa di mana dapat resep ini. Nyuwun sewu nggih yang empunya resep, saya catat balik di sini.

TALAM UBI UNGU
*hasil browsing, entah resep siapa*

Bahan I
500 gram ubi ungu, kukus lalu haluskan
150cc air mendidih
150 gram tepungberas
100 gram tepung sagu
350 cc santan cair
1/2 sdm garam
250 gram gula pasir

Bahan II:
350 cc santan kental
60 gram tepung beras
30 gram tepung kanji
1 sdm garam

Cara membuat:
Bahan I
1. Campur tepung beras dengan air mendidih hingga larut, masukkan Ubi Ungu yang sudah halus.
2. Masukkan tepung sagu , campur rata.
3. Kemudian masukkan santan encer dan gula pasir. Saring adonan.
4. Tuang Adonan ke dalam cucing/cetakan plastik yang sudah diolesi minyak hingga 2/3 tinggi cetakan. Kukus kurang lebih 15 menit.

Bahan II : campur semua bahan, tuangkan ke atas lapisan bahan I, hingga penuh. Kukus lagi 15 menit atau hingga matang.

Hasil jadi : 50 pcs kue talam (ukuran diamater atas cetakan 4,5 cm)

Talam Ubi Ungu

Kue Talam Ubi Ungu ini bertekstur padat. Paduan rasa manis dan asinnya membuatnya menjadi menarik. Kandungan karbohidratnya yang tinggi membuatnya cocok dimakan untuk kudapan pengganti sarapan.  Kandungan vitamin dari Ubi Ungu ini juga tinggi, menjadikan makanan satu ini menjadi salah satu alternatif cemilan sehat. 

Talam Ubi Ungu

Berikut ini link - link yang menulis tentang tingginya kandungan gizi dari Ubi Ungu:


Jadi, tungu apa lagi.. ayo dibuaaaat..... :D




Senin, 19 September 2011

Kue Tampah kemasan Eksklusif

Kue Tampah dan Jajan Pasar dalam kemasan Eksklusif.
Dapat dipesan untuk hari istimewa anda.





Rabu, 16 Maret 2011

Gemblong

Sebenernya  hanya iseng saja, kebetulan ada banyak sisa gula hasil gagal uji coba membuat spun sugar, bingung mau diapain, akhirnya terpikirlah membuat Gemblong. Lihat postingnya mbak Wati  di milis NCC tentang gemblong ketan hitam, jadi pengen buat. Tapi karena stock yang ada hanya tepung ketan putih, jadi yang dibuat Gemblong biasa saja.


Resepnya copy paste dari blognya mbak Wati:
http://wati-cookery.blogspot.com/2011/02/gemblong-ketan-hitam.html


Gemblong Ketan Hitam
Sumber: Seri Masak Femina Primarasa "Penganan Tepung Beras & Ketan"

Bahan:
100 ml santan, dari 1/2 butir kelapa ----- sy pake santan instan & jumlahnya sy tambah 30 ml lagi
1/2 sdt garam
150 gr tepung ketan hitam ---------> ditiadakan, aku pakai tepung ketan putih semua
150 gr tepung ketan putih
300 gr kelapa agak muda, parut
minyak untuk menggoreng

Lapisan:
150 gr gula pasir
3 sdm air
1/8 sdt garam

Cara Membuat:
  1. Masak santan dangaram diatas api sedang sambil diaduk hingga hangat (tidak perlu mendidih). Angkat.
  2. Campur tepung ketan hitam, tepung ketan putih, kelapa dan garam hingga rata. Tuangi santan hangat sedikit demi sedikit, sambil diuleni hingga adonan kalis dan dapat dibentuk.
  3. Bagi adonan menjadi 25 bagian sama banyak. Bentuk setiap bagian bulat lonjong. Lakukan hingga bahan habis.
  4. Panaskan minyak goreng yang banyak dalam wajan di atas api sedang hingga hangat. Masukkan beberapa buah gemblong, goreng sambil sesekali diaduk hingga mengapung. Besarkan api, lanjutkan menggoreng hingga gemblong matang, angkat dan tiriskan.
  5. Lapisan: masak gula, air dan garam dalam wajan di atas api sedang hingga kental dan berserabut. Kecilkan api, masukkan gemblong goreng, aduk cepat hingga seluruh permukaan gemblong terlapisi gula. Angkat dan sajikan.
Catatan:
  • di resep, jumlah cairan santannya 100 ml. tapi waktu saya coba, ternyata adonan belum bs dipulung. makanya saya tambahkan lagi cairan santannya 30 ml. jadi total santannya 130 ml.
  • bikin lapisan gulanya agak tricky. kalo terlalu kental, gemblong jadi susah tersalut gula dengan rata. jadi gunakan api sedang saja saat mencairkan gula & air. jangan terlalu besar apinya, agar gula tidak keburu menjadi karamel dan masih cukup encer membalut gemblong.


Rasa gemblong ini sangat legit, adikku si Tanti saja yang awalnya mengejek "emang mau jualan di lampu merah, pake bikin gemblong segala", akhirnya malah ketagihan, makan tidak cukup satu. Nah lho...hihihihii.



Thanks to Mbak wati, sudah share resepnya..


Kamis, 06 Januari 2011

Aneka Jajan Pasar

Di beberapa kali kesempatan, dapat orderan Aneka Jajan Pasar Mini. Biasanya, kemasan Jajan Pasar Mini yang sering beredar di Pasaran adalah menggunakan Tampah berbentuk lingkaran. Nah, kesannya memang jadi pasaran sekali. Untuk membuatnya beda dari yang lain, kemasan yang dipesan ke Radissa Cake Catering, dibuat berbeda, dengan menggunakan nampan berbentuk persegi panjang.




Selain itu, Radissa Cake Catering juga menerima pesanan Aneka jajan pasar Mini dalam kemasan eksklusif. Tampilannya menjadi sangat mewah dan elegan. Pemilihan jenis jajan pasar yang selektif, tidak sama dengan yang lain.




Nah, yang juga tak kalah istimewa adalah penyajian Jajan Pasar pada tiers. Penampilan Jajanan Pasar yang tadinya sangat sederhana, sontak 'naik derajat' setelah disajikan dengan menggunakan tiers ini.



Bagaimana? Tertarik untuk memesan? :)

Ujung Tahun Yang Sempurna

Sedikit cerita tentang orderan cake di akhir tahun 2010 kemarin. Tiramisu Kukus dan Opera Cake (lagi).
Untuk Tiramisu Kukus, kembali lagi pakai resep andalan yang dulu pernah dibuat. Namun kali ini dimodifikasi sedikit dengan menggunakan Coffee Mouse yang biasa kugunakan untuk salah satu filling Opera cake.

Berikut ini adalah resep Coffee Mouse yang kupakai:


Coffee Mouse
      250 gr Chocolate Cappucino
      150 gram susu cair
      250 gr Whipping cream

Cara membuat:
1. Steam Chocolate Cappucino hingga cair
2. Panaskan susu cair, tuang ke dalam cocolate cappucino yang telah cair, aduk hingga rata
3. Kocok Whipping cream hingga kaku, tuang ke dalam campuran coklat, aduk hingga rata.

Tiramisu Kukus kali ini, kubuat menjadi 4 layer. untuk mengakali diberikannya illing Coffee Mouse. jadi antara layer paling bawah dan diatasnya, menggunakan resep Vla ini:

Bahan Vla:
200 gram vla bubuk instant
1 sdt kopi instant
400 ml susu cair dingin

Antara kedua layer tengah diberi filling Coffe Mouse, sementara isian diatasnya kembali menggunakan filing Vla kopi.  Untuk topping, digunakan whipcream dan taburan coklat bubuk. dimakan saat dingin, duuh kebayang deh nikmatnya...




Selanjutnya, pesanan salah satu member NCC juga. Pesanannya untuk hantaran lamaran. Membuatnya harus dengan penuh cinta nih. Yang lucu, kebetulan di rumah aku dipanggil Tita. Jadi deh ketika pesenan Opera Cake nya diminta ada tulisan "I Love You Tita", berasa deg - degan deh kaya waktu  dilamar dulu ..jiahahhaaa...


Selain Opera Cake di atas, pesanan hantaran lamaran ini juga ada Ayam Kodok kemasan eksklusif, dan jajan pasar kemasan eksklusif.



Eh, kukasih tahu ya, ini jangankan yang menerima lamaran, lha wong yang membuat aja, perasaan hatinya berbunga - bunga.. Ihikkss... rasanya bener - bener deh: Ujung tahun yang sempurna!!

Kamis, 09 Desember 2010

Tumpeng untuk Tyucake

Ketika Lily Tyucake mengundang untuk acara syukuran pembukaan tokonya di Cempaka Mas, dia sekalian pesan Tumpeng Mini. Tumpeng Mini ini cukup untuk 10 orang saja. Dengan lauk Ayam Goreng, Sambal Goreng Ati Kentang, Perkedel Kentang, Kering Tempe dan Urap Sayur.



Selain Nasi Tumpeng ini, juga disediakan jajanan pasar mini yang juga disajikan menggunakan nampan. Jajanan pasar tradisional yang disajikan , termasuk juga aneka getuk singkong.



Semoga sukses terus ya untuk Tyucake.

Rabu, 24 November 2010

Cerita tentang Bangket

Bangket itu: Fenomenal!!

Bagaimana tidak fenomenal, Bangket 'merebut' nyaris seluruh waktuku sejak sebelum Lebaran. Hitung sendiri, hampir 3 bulan! Omongan Bangket ada mulai dari persiapan Lebaran. Mbak Nadrah, bakers dan guru yang memproduksi Bangket untuk jualannya di musim Lebaran. Orang - orang yang pernah jatuh cinta pada Bangket Kacang dan Bangket Susu karyanya, lantas berbicara banyak. Bahwa rasa bangket ini, memang fenomenal. Lumer, dan eksotis.

Niscaya, perhatianku tersedot kesana. Apalagi, pernah tinggal di kampung mertua membuatku mengingat betapa eksotisnya Bangket ini pernah menemaniku di sepanjang jalan di atas gerbong penuh sesak manusia. Musim Lebaran membuatnya penuh berjejal umat. Karena tidak kedapatan bangku, terpaksa aku berdiri sepanjang 3 jam perjalanan, di atas gerbong kereta api penuh sesak pengap penuh peluh, sambil memeluk satu (1) blek (kaleng) penuh Kue Bangket!!.. Hahhaa... jadi siapa yang bisa menyangkal bahwa Bangket ini begitu istimewa buatku.

Obrolan tentang Bangket bersama beberapa home baker via jejaring sosial twitter membuahkan suatu perjanjian, kita harus bikin Bangket Week! Demi satu cita - cita luhur, menduniakan Bangket!!! Lantas mulailah invasi virus Bangket meraja lela. Mbak Riana sang komporwati, mulai menebar mesiu di milis NCC, lantas dikobarkan oleh yang lain dan secara 'semena-mena' (hahhaha...) menunjukku bersama dengan Mom Elly dan Camelia menjadi host event online Bangket Week NCC. Hehheee, makin menjadi lah duniaku penuh dengan Bangket!


Photobucket

 
Nah, di lain cerita aku tuh tertarik untuk ndaftar jadi anggota KBB (Klub Berani Baking). Bukan kurang kerjaan, cuma kayanya seru aja kita eksis di mana-mana...*halahhh. Hihihiihii, nggak sih.. kulihat tantangan demi tantangan KBB bikin kita bisa belajar banyak hal yang baru. Selain idealisme tentang ingin menambah wawsan dan teman - teman baru pastinya... hhehee. Sang founder KBB, Arfi Binsted juga termasuk beberapa foodie blogger yang heboh ikut bicara tentang Bangket di Twitter. Dan dia juga ikut membubuhkan noktah perjanjian tentang event Bangket untuk tantangan di KBB. Dan, seperti telah ditebak oleh ahli nujum... aku harus laporan Bangkket untuk tantangan pracoba sebagai calon anggota KBB.Yiihaaa...

 
Photobucket

Rutinitas bakulan, oderan demi orderan, tugas posting setoran Bangket Week NCC, membuat waktu bergulir sedemikian cepat. Sampai akhirnya selesailah Event Bangket Week, dan semakin dekatlah deadline setoran KBB. Padahal membuat Bangket ini, sudah agak lama. jauh - jauh hari. Cuma ketatnya jadwal dan bla bla bla lainya, baru deh kesampaian untuk mendongeng Cerita Bangket kali ini.

Kue Bangket

Sebagai host Bangket, melihat berseliwerannya resep -resep Bangket malah bikin bingung sendiri. Makin hari member yang setor makin kreatif, host makin mati gaya. Padahal kepengen banget ngerasain bikin Bangket Kampung yang pernah aku rasain di kampung mertua. Tapi resep yang diminta tak kunjung tiba. Resep hadir malah setelah aku membuat Bangket resep yang lain. Berikut ini adalah resep dari mertua, yang sayangnya terlambat datang...

KUE BANGKET
versi mertua

Bahan: 10 gelas tepung shanghai,1,5 gelas tepung roti/gandum, 5,5 gelas tepung gula/gula halus, 5 btr kelapa, 15 btr telur ayam kampung,

PENGOLAHAN : Kelapa yg sudah dikukur diperas tanpa air,diambil sari patinya,dididihkan,didinginkan selama 3 jam,telur ayam dikocok sampe kembang,tepung shanghai,roti,gula dicampur diaduk hingga rata,kemudian dimasukkan telur yg sudah dikocok tadi bersama santan,diaduk hingga merata,sampe jadi adonan,kemudianadonan diambil sedikit2 ditumbuk dalam lesung kayu hingga putih warnanya,kemudian siap dicetak lalu dibakar dlm oven dengan suhu 180° c sampai kering.

Dikarenakan , keterlambatan datangnya resep, aku memutuskan membuat Kue Bangket yang secara penampilan hampir mirip dengan Kue Bangket versi mertua. Kebetulan ada yang setor untuk Bangket Week NCC. Resep ini diambil dari Blog Baking Mum

KUE BANGKET
Bahan:
300 gr tepung kanji / sago
3-4 daun pandan

20 gr margarine atau mentega
1 kuning telur
120 gr tepung gula
120 gr santan
1/4 sdt bubuk vanila
Cara membuat:
- Sangrai tepung kanji dan daun pandan dengan api kecil, sambil diaduk-aduk hingga tepung harum dan ringan. Angkat, dinginkan dan simpan. Untuk hasil yang bagus, gunakan setelah sehari atau dua hari pendinginan.
- Panaskan oven dengan suhu 170C.
- Saring tepung kanji/sago yang telah disangrai, tepung gula dan bubuk vanila. Masukkan margarine/mentega.
- Kocok ringan kuning telur dengan santan (sedikit demi sedikit) sampai menyatu. Masukkan ke dalam campuran tepung. Jika adonan masih kering, bisa ditambahkan santan sedikit demi sedikit, diaduk sampai bisa mudah dibentuk.
- Gilas adonan setebal ½ cm (jika takut lengket bisa dibantu dengan plastik). Cetak dengan bentuk bunga dan permukaannya tusuk dengan gerigi penjepit atau garpu.
- Letakkan di atas loyang yang sudah diolesi mentega ato kertas roti.
- Panggang selama 15 menit atau matang (jangan terlalu coklat).
- Angkat dan dinginkan. Simpan dalam wadah kedap udara.
Tepung sagu kusangrai di pagi hari (sebenernya suruhan asisten, hehhehe), lalu kudiamkan hingga sore. Untuk santan, menyesuaikan dengan cerita mertua bahwa Kue Bangket ini menggunakan pati santan, yaitu sari santan itu sendiri tanpa tambahan air sedikitpun. Dari 1 butir kelapa ukuran sedang aku dapat pati santan sekitar 200ml. Aku masak dulu dengan tambahan daun pandanhingga mendidih,  lalu dibiarkan dingin. baru kemudian ditimbangsesuai resep. Simpan dulu sisa santan, mana tahu adonan kurang bisa dipulung karena telalu kering.

Bahan - Bahan Kue Bangket

Santan dan telur dikocok ringan saja , kemudian masukkan campuran tepung sagu dan gula baru kemudian masukkan margarine. Karena aku pakai ekstrak vanilli , maka aku masukkan ekstrak  ini bersamaan dengan pengocokan santan dan telur. Adonan dicampur menjadi satu hingga membnetuk adonan yang bisa dipulung. Kalau dari resep belum mendapatkan adonan yang dimaksud, bisa tambahkan sedikit santan.

Step by step Kue Bangket

Adonan digilas hingga ketebalan 3-5 mm kemudian cetak bentuk bunga. Beri aksen gerigi di atasnya dengan menggunakan garpu atau alat lainnya. Kemudian panggang di oven sesuai petunjuk resep. Aku baru mengeluaran Bangket dari oven setelah permukaan bawah Kue Bangket ini terlihat coklat. Bahkan di 5 menit terakhir api atas oven kunyalakan jadi bagian atasnya pun ikut berwarna semburat kecoklatan.

Kue Bangket

Nggak sabar rasanya pengen langsung ngunyah, hehhehee. Nunggu sedikit dingin, langsung kraaaukk. dan wooww, hampir mirip seperti yang kumau. Nyaris sama rasanya dengan Kue Banget versi mertua. Hanya saja teksturnyan kurang halus. Cukup ngepruul sih, lumer juga di mulut. Apa itu ya fungsinya di resep mertua adonan ditumbuk di lesung terlebih dahulu? Kayanya kapan - kapan mesti dicoba nih. Penasaran!

Kue Bangket


Selai Kue Bangket tadi, aku penasaran mencoba Bangket Jahe yang di posting oleh Rosdaniar. Bangket Jahe ini membuat Riana dan Arfi tergila - gila histeris saking enaknya.Mumpung ada waktu, aku cobain juga deh nih.(cari gara-gara, laporan jadi moloor..hihihihi).

Bangket Jahe
by Rosdaniar 

Bahan :
500 gr tepung sagu
300 gr butter/margarine
100 gr tepung terigu
50 gr maizena
200 gr gula palem
200 gr gula pasir halus
2 kuning telur
1 putih telur
50 gr susu bubuk full cream
50 gr kelapa parut yg disangrai sampaikecoklatan, dan diblender halus
75 gr jahe yg diparut
3 sdt bumbu spekuk
wijen untuk taburan secukupnya


Cara Membuat :
1. Kocok Butter / margarine dengan gula palm dan dan gula putih sampai sedikit mengembang
2. Tambahkan telur, kocok bentar
3. Tambahkan jahe parut, dan kelapa sangrai aduk merata dengan spatula
4. Tambahkan bumbu spekuk
5. Tambahkan susu bubuk, tepung sagu, terigu dan maizena sedikit demi sedikit sampai merata
6. cetak sesuai selera, taburi wijen diatasnya
7. Bakar dengan suhu oven 170 derajat sampai matang
Aku buat setengah resep saja, karena waktu membuatnya mepet dengan kerjaan lain (salah sendiri..hehhehe).  Lalu pas cek lemari bahan, ternyata margarine kepake sama asisten yang membuat risoles, yang ada hanya butter..aahh..kan sayang. Jadi deh diganti santan instan aja. (hihiiii.. tetep ya pelit).  Santan instan yang dipakai tetap sama beratnya sesuai dengan berat margarine yang ada di resep.

Bahan - Bahan Bangket Jahe

Lalu, kelapa parut yang sudah disangrai, tidak aku blender. Mau tahu kaya apa rasanya krenyes-krenyes si kelapa. Karena susah juga membagi putih telur (di resep kan 1 putih telur, kalau setengah resep harusnya setngah putih telur), aku semuakan deh tuh.

Step by step Bangket Jahe

Mungkin karena aku pakai santan bukan margarine, dan putih telurnya aku masukkan semua. adonannya tidak sepadat Kue Bangket. jadi mesti aku spuit. Hasil pertama, mblebeeer!! Jiahhaaa, kayanya kelamaan ngocok telurnya, ditinggal sembari ngurusin Ndaru dulu minta susunin pinsil warnanya. Jadilah dispuit agak munjung ke atas, biar hasilnya nggak terlalu mbleber lagi.

Bangket Jahe

Bangket Jahe 'rada gagal' ini rasanya memang sungguh nikmeh lho. Dan tercapai juga keinginanku merasakan krenyes-krenyes parutan kelapanya. Rasa jahenya juga cukup menohok. Surga kayanya nih buat pecinta Jahe.Teksturnya beremah, namun lumer di mulut. Mmhhmm...nikmeh..nikmeh...

Bangket Jahe

Seriring berakhirnya event Bangket, rasanya jiwa ini penuh dengan rasa Bangket.  Sudah mencoba membuat Kue Bangket yang mirip versi mertua, ditambah dengan hangatnya rasa jahe di setiap gigitan Bangket Jahe. Bangket sungguh memang menyita pikiranku. Bukan hanya mereka yang jatuh cinta, aku juga: tergila - gila!!!

Selasa, 05 Oktober 2010

Sawut untuk Presiden

Mumpung Tanah Air sedang heboh dengan berita Presiden SBY batal ke Belanda, sekalian deh cerita soal orderan 'istimewa' kali ini. Istimewa bukan karena jumlahnya yang aduhai, atau jenis pesanan yang bikin dahi mengernyit bingung memikirkan model dekorasi , cara membawa, cara mengemas  atau yang lainnya.Istimewa karena kali yang memesan adalah panitia Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober  untuk hidangan di ruang tunggu VVIP + VIP pada Upacara Hari Kesaktian Pancasila ini di Lubang Buaya.

Harusnya, sudah bisa lebih santai. Karena ini re-order. Tahun lalu, panitia yang sama juga memesan pada kami. Tapi dasar manusia, ya tetep aja deg- deg an..hihihii. Karena tidak sama dengan pesanan - pesanan lain, kali ini harus melewati pemeriksaan ketat Paspampres. Yang diperiksa tentu saja : apakah mengandung racun, mengandung MSG, mengandung pengawet, mengandung pewarna yg tidak aman, apakah sudah basi, dll. Padahal, kalau dipikir - pikir rombongan VVIP dan VIP ini hanya sebentar di ruang tunggu, transit sekejap 15 -30 menit , lalu kemudian upacara. Setelah Upacara langsung bergerak pulang. Hehehe, kadang sebagai orang awam memandang hal ini nggak sepadan ama rentetan protokolernya. Tapi toh bukan urusan kita juga ya kan, negara punya aturan baku tentang keamanan Presiden dan Wakil Presiden, kita ngikut aja.

Untuk pemilihan menu, Panitia menyerahkan sepenuhnya pada kami. 'Bisikan' dari panitia sejak tahun lalu, katanya kalau dihidangkan cake, bolu biasanya tidak pernah disentuh. Dan dapat titipan pesan, kalau Tahu Isi yang tahun lalu dihidangkan, diminta kembali. Yup akhirnya setelah diskusi, kami memutuskan membuat : Tahu Isi, Sosis Solo basah, Klappertaart dan Sawut.

Untuk Tahu Isi, tahu sengaja diimpor dari Bandung, kami pakai tahu Tauhid dan tahu Yunyi. Bukan apa - apa, pengamatan kami selama ini tahu dari Bandung ini lah yang paling memungkinkan tidak pakai pengawet sama sekali. Tahu - tahu di Jakarta, biasanya kami simpan 3- 4 hari di kulkas, masih bagus. Sementara tahu Tauhid dan tahu Yunyi 2 hari saja di chiller permukaannya mulai berlendir dan jika dimasak akan mudah hancur. Tahu Isi  kali ini diisi dengan daging giling dan parutan wortel, dikukus dahulu lalu digoreng dengan telur.

Sosis Solo diisi dengan ayam seperti isian lemper. Namun tidak digoreng lagi. karena tahunya sudah digoreng. Klappertaart menggunakan resep Klappertaart Wilton, dikemas dengan alumunium cup personal.

Berikutnya adalah Sawut.  Sawut ini sangat mudah membuatnya. Singkong di parut kasar. Dicampur irisan tipis gula merah, lalu dikukus. Dihidangkan dengan parutan kelapa yang dikukus terlebih dahulu. dikukus langsung diatas alumunium cup, yang sebelumnya dialas daun pisang.


Mengerjakan sejak 1 hari sebelumnya untuk membuat Klappertaart, lalu disimpan di chiller. Tahu Isi juga dibuat sorenya sampai tahap pengukusan, simpan di chiller. Bangun jam 2 pagi, untuk membuat Sosis Solo, Sawut dan menggoreng Tahu. Jam 05.00 snack - snack ini diberangkatkan, karena ditunggu jam 05.30 oleh Paspampres untuk pemeriksaan. 1 jam setelahnya dapat kabar kalau semua lolos pemeriksaan, Alhamdulillah.

Karena lolos pemerikasaan ini lah yang paling utama. Kalau sempat tak lolos, kredibilitas kita yang buruk, ya nggak? Sudah tidak saya pikirkan lagi, apakah Presiden, Wakil Presiden , Mentri-Mentri makan seberapa banyak hidangan dari kami. Suka atau tidak suka, entahlah. Yang pasti sampai sekarang, Panitia tidak ada keluhan dan malah berterimakasih. Kami sudah berbuat yang terbaik, sudah dibayar lunas, selanjutnya, Allah yang mengatur rejeki kita :). Dan yang paling penting dari semuanya adalah pengalaman berharga yang tidak semua orang bisa merasakannya, Alhamdulillah.

Minggu, 25 Juli 2010

Aneka Jajan Pasar Mini

Mbak Uchie Rawamangun , bersamaan dengan pesanan birthday cake Upin Ipin yang sebelum ini di posting, juga pesan jajan tampah. sedikit mau berbeda, aku mengemasnya tidak diatas tampah, tapi diatas papankue yang atasnya sudah dilapis stereofoam. Pinngirannya diberi hiasan pagar dari kacang panjang. So pasti biar tambah keren kan...


Nah, setelah mengerjakan orderan ini, jadi malah kepikiranmbuat snack mini,  hihihi. Soes mini dipesen ama tetangg, berbuah order repeat. terumasuk juga pastel mini dan sosis solo mini. Waktu gathering NCC Jakarta Timur kemaren, Beberapa teman pesan Pastel frozen juga. Wah, bisa jadi komoditas baru jualan nih.

Senin, 28 Juni 2010

Lupis Ketan Hitam

Salah satu pilihan untuk hidangan coffebreak. Dipesan oleh customer company langganan. Penyajiannya berbeda dari biasanya lupis segitiga. Kali ini dibuat menggunakan cetakan lontong


Lupis Ketan Hitam

Bahan:
1 kg ketan hitam, rendam 2 jam.

1 sdm air kapur sirih

Urap kelapa:
1/2 butir kelapa
1 sdt garam
daun pandan
- dikukus 5 menit-

Sirup gula merah:
350 gr gula merah
5 sdm gula pasir
150 cc air
1 lembar daun pandan
Semuanya di rebus sampai kental lalu saring.

Cara membuat:
-Cuci bersih ketan, tiriskan. lalu perciki dengan air kapur sirih, aduk rata.
-Daun pisang dimasukkan ke dalam cetakan lontong sebagai pelapis, semat ujungnya dengan lidi, atau ikat dengan tali plastik.
-Masukkan ketan hitan sampai hampir penuh, semat lagi ujungnya. Kemudian tutup ujung - ujung cetakan.
-Rebus selama 3 jam sampai matang
-Penyajian: Potong - potong ,hidangkan dengan urap kelapa dan disiram dengan sirup gula merah.

Rabu, 30 Desember 2009

Kue Sagon


Dapet oleh oleh dari temennya Tito. Awalnya kirain Rengginan mentah. lhahh..nggak tahunya Sagon. soalnya bulir ketan nya masih terlihat jelas. coba browsing soal Sagon ini, dapet atikel nya di sini



Ini isi artikelnya:

Kue berbahan dasar kelapa parut dan tepung ketan ini memiliki cita rasa yang lezat. Kombinasi rasa gurih, manis dan wangi membuat sagon selalu ‘ngangeni’. Anda ingin membuatnya sendiri? Perhatikan kiat-kiatnya agar tidak terjadi kegagalan.



Konon kue ini berasal dari Pulau Jawa, adapun kualitas kue sagon yang baik ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut; tekstur kering, renyah, cita rasa manis dan gurih, tidak tengik serta warna merata kuning kecokelatan. Resep/Dapur Uji/: Budi Sutomo.



Tip Sukses

  1. Sagong panggang terbuat dari bahan dasar tepung ketan, kelapa dan gula pasir. Pilih tepung ketan yang baru agar aroma wangi dan hasilnya prima.
  2. Kelapa pilih yang tua, kupas kulit arinya agar hasil sagon tidak kehitaman.Jika sagon tidak renyah/keras, kemungkinan disebabkan karena kelapa dan tepung ketan yang digunakan tidak disangrai terlebih dahulu.
  3. Sifat tepung ketan adalah lengket, jika tepung disangrai terlebih dahulu, sifat lengket akan berkurang sehingga kue lebih renyah. Kelapa yang tidak disangrai juga menyebabkan adonan lembek karena kadar santan dan air yang tinggi dari parutan kelapa. Akibatnya kue menjadi keras/liat.
  4. Jangan memanggang kue ini dalam suhu yang terlalu tinggi karena akan menyebabkan kue belum kering namun warnanya sudah menjadi gelap/gosong.


Sagon Panggang



Bahan:

500 g kelapa, kupas,parut memanjang

150 g tepung ketan

100 g gula pasir

50 g margarin

60 ml air

½ sdt vanili bubuk/pasta

½ sdt garam halus

Cara Membuat:

  1. Sangrai tepung ketan selama 10 menit dengan api sedang. Ditempat terpisah, sangrai kelapa hingga kering. Sisihkan.
  2. Campur tepung ketan, kelapa sangrai, gula, garam, margarin, air dan vanili. Aduk rata.
  3. Ambil cetakan kue kering berlubang namun tanpa dasar dengan ketinggian dinding cetakan 5 mm. Masukkan adonan, tekan dan padatkan. Angkat cetakan. Lakukan hingga adonan habis.
  4. Panggang adonan di dalam oven bertemperatur 160oC selama 15-20 menit atau hingga kue matang, kering dan berwarna kuning kecokelatan.
  5. Angkat. Dinginkan.Kemas kue di dalam stoples kedap udara/bok plastik mika.


Untuk: ± 800 g



Tip: Tepung ketan bisa diganti dengan tepung kanji. Gula halus bisa diganti dengan gula pasir. Biarkan kue dingin di ata loyang agar sagon kering sempurna.

posted by Budi Sutomo, S.Pd 





Di artikel ini, kue Sagon dibuat dari tepung ketan. Sagon yang di rumah kayanya dari ketan yang udah di kukus dulu..

waahh..jadi pengen nyobain..soalnya wuueennakk!!

Related Posts with Thumbnails