Senin, 28 Juni 2010

Lupis Ketan Hitam

Salah satu pilihan untuk hidangan coffebreak. Dipesan oleh customer company langganan. Penyajiannya berbeda dari biasanya lupis segitiga. Kali ini dibuat menggunakan cetakan lontong


Lupis Ketan Hitam

Bahan:
1 kg ketan hitam, rendam 2 jam.

1 sdm air kapur sirih

Urap kelapa:
1/2 butir kelapa
1 sdt garam
daun pandan
- dikukus 5 menit-

Sirup gula merah:
350 gr gula merah
5 sdm gula pasir
150 cc air
1 lembar daun pandan
Semuanya di rebus sampai kental lalu saring.

Cara membuat:
-Cuci bersih ketan, tiriskan. lalu perciki dengan air kapur sirih, aduk rata.
-Daun pisang dimasukkan ke dalam cetakan lontong sebagai pelapis, semat ujungnya dengan lidi, atau ikat dengan tali plastik.
-Masukkan ketan hitan sampai hampir penuh, semat lagi ujungnya. Kemudian tutup ujung - ujung cetakan.
-Rebus selama 3 jam sampai matang
-Penyajian: Potong - potong ,hidangkan dengan urap kelapa dan disiram dengan sirup gula merah.

Minggu, 27 Juni 2010

Fettucini Tuna Pedas

Fettucini adalah salah satu jenis pasta. Pasta adalah makanan olahan yang digunakan pada masakan Italia, dibuat dari campuran tepung terigu, air, telur, dan garam yang membentuk adonan yang bisa dibentuk menjadi berbagai variasi ukuran dan bentuk. Pasta dijadikan berbagai hidangan setelah dimasak dengan cara direbus. Di Indonesia, jenis pasta yang populer misalnya spageti, makaroni dan lasagna. (sumber: Wikipedia).

Pasta terdiri dari berbagai bentuk dan ukuran. Di Italia terdapat lebih dari 650 jenis pasta dan hampir setiap tahun tercipta bentuk yang baru. Pasta yang berbentuk seperti panjang-panjang seperti mi disebut spageti, variasi yang lebih kurus disebut vermicelli, variasi yang panjang dan pipih seperti kwetiau disebut linguine, sedangkan versi yang agak tebal disebut fettucine. (sumber: Wikipedia)


Untuk setoran event Pasta Week NCC kali ini, aku buat Fettucini Tuna Pedas.
Tuna adalah ikan laut yang terdiri dari beberapa spesies dari famili Scombridae, terutama genus Thunnus. Ikan ini adalah perenang handal (pernah diukur mencapai 77 km/jam). Tidak seperti kebanyakan ikan yang memiliki daging berwarna putih, daging ikan ini berwarna merah muda sampai merah tua. (sumber: Wikipedia)


Beriku ini sedikit ulasan tentang manfaat konsumsi Ikan Tuna. Sumber : http://www.jawaban.com/index.php/health/detail/id/66/news/070907150652/limit/0/

Kaya Omega-3
Nilai gizi tuna yang sangat baik, kandungan omega-3-nya membuat tuna mempunyai seribu satu manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, hal itu harus didukung dengan pemilihan, pengolahan, dan penyimpanan tuna yang baik. Ikan tuna yang masih segar sebaiknya disimpan di lemari es (jika akan segera digunakan) atau dibekukan (jika ingin disimpan untuk beberapa lama). Dilihat dari komposisi gizinya, tuna mempunyai nilai gizi yang sangat luar biasa. Kadar protein pada ikan tuna hampir dua kali kadar protein pada telur yang selama ini dikenal sebagai sumber protein utama. Kadar protein per 100 gram ikan tuna dan telur masing-masing 22 g dan 13 g.

Sebagai salah satu komoditas laut, ikan tuna juga kaya akan asam lemak omega-3. Kandungan omega-3 pada ikan air laut, seperti ikan tuna, adalah 28 kali lebih banyak daripada ikan air tawar. Perbandingan kadar omega-3 antara ikan tuna dengan ikan jenis lainnya dapat dilihat pada Tabel 2. Omega-3 dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan menghambat proses terjadinya aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah). Konsumsi ikan 30 gram sehari dapat mereduksi risiko kematian akibat penyakit jantung hingga 50 persen. Asam lemak omega-3 juga mempunyai peran penting untuk proses tumbuh kembang sel-sel saraf, termasuk sel otak, sehingga dapat meningkatkan kecerdasan, terutama pada anak-anak yang sedang mengalami proses tumbuh kembang.

Sumber Mineral
Ikan tuna juga kaya berbagai mineral penting yang esensial bagi tubuh. Kandungan iodium pada ikan tuna mencapai 28 kali kandungan iodium pada ikan air tawar. Iodium sangat berperan penting untuk mencegah penyakit gondok dan meningkatkan kecerdasan anak. Selain itu, ikan tuna juga kaya akan selenium. Konsumsi 100 gram ikan tuna cukup untuk memenuhi 52,9 persen kebutuhan tubuh akan selenium. Selenium mempunyai peran penting di dalam tubuh, yaitu mengaktifkan enzim antioksidan glutathione peroxidase. Enzim ini dapat melindungi tubuh dari serangan radikal bebas penyebab berbagai jenis kanker.

Dilihat dari perbandingan kalium dan natrium, ikan tuna baik untuk penderita jantung. Makanan ini tergolong makanan sehat untuk jantung dan pembuluh darah bila mengandung rasio kalium dan natrium minimal 5 berbanding 1. Perbandingan kalium dan natrium mencapai 6,4:1 pada tuna sirip biru; 11:1 pada tuna jenis skipjack; dan 12:1 pada tuna yellow fin. Kalium diketahui bermanfaat untuk mengendalikan tekanan darah, terapi darah tinggi, serta membersihkan karbondioksida di dalam darah. Kalium juga bermanfaat untuk memicu kerja otot dan simpul saraf: Kalium yang tinggi akan memperlancar pengiriman oksigen ke otak dan membantu memperlancar keseimbangan cairan tubuh.

Sumber Vitamin
Kandungan vitamin pada ikan tuna, terutama jenis sirip biru sangat tinggi, yaitu mencapai 2,183 IU. Konsumsi 100 gram ikan tuna sirip biru cukup untuk memenuhi 43,6 persen kebutuhan tubuh akan vitamin A setiap hari. Vitamin A sangat baik untuk pemeliharaan sel epitel, peningkatan imunitas tubuh, pertumbuhan, penglihatan, dan reproduksi.

Ikan tuna juga merupakan sumber yang baik untuk vitamin B6 dan asam folat. World's Health Rating dari The George Mateljan Foundation menggolongkan kandungan vitamin B6 tuna ke dalam kategori sangat bagus karena mempunyai nutrient density yang tinggi, yaitu mencapai 6,7 (batas kategori sangat bagus adalah 3,4-6,7). Vitamin B6 bersama asam folat dapat menurunkan level homosistein. Homosistein merupakan komponen produk antara yang diproduksi selama proses metilasi. Homostein sangat berbahaya bagi pembuluh arteri dan sangat potensial untuk menyebabkan terjadinya penyakit jantung. Meskipun ikan tuna mengandung kolesterol, kadarnya cukup rendah dibandingkan dengan pangan hewani lainnya. Kadar kolesterol pada ikan tuna 38-45mg per 100gr daging.  
Cegah Stroke dan Obesitas
Kandungan gizi yang tinggi membuat tuna sangat efektif untuk menyembuhkan berbagai penyakit, salah satunya stroke. Sebuah studi yang pernah dilakukan selama 15 tahun menunjukkan bahwa konsumsi ikan tuna 2-4 kali setiap minggu, dapat mereduksi 27% resiko penyakit sroke daripada yang hanya mengkonsumsi 1 kali dalam sebulan. Konsumsi 5 kali atau lebih dalam setiap minggunya dapat mereduksi penyakit stroke hingga 52 persen. Konsumsi tuna 13 kali per bulan dapat mengurangi risiko tubuh dari ischemic stroke, yaitu stroke yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke otak.

Dari delapan penelitian yang tercatat dalam The George Mateljan Foundation (2006), konsumsi tuna 1-3 kali per bulan dapat mengurangi risiko ischemic stroke sebesar 9 persen. Selanjutnya risiko menurun sebanyak 13 persen pada konsumsi tuna sekali seminggu, 18 persen pada konsumsi 2-4 kali per minggu, serta 31 persen pada konsumsi tuna 5 kali atau lebih setiap minggunya. Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 6th Congress of The International Society for the Study of Fatty Acids and Lipid pada Desember 2004 membuktikan bahwa ikan tuna dapat mencegah obesitas dan sangat baik untuk penderita diabetes melitus tipe 2. Hal itu disebabkan kandungan EPA (eicosapentaenoic acid) yang tinggi pada ikan tuna dapat menstimulasi hormon leptin, yaitu sebuah hormon yang membantu meregulasi asupan makanan. Dengan regulasi tersebut, tubuh akan terhindar dari konsumsi makanan secara berlebihan, penyebab obesitas.

Tangkal Leukemia dan Kanker Payudara
Konsumsi ikan tuna yang diolah dengan cara dipanggang atau dibakar, tetapi tidak digoreng, dapat mencegah risiko penyakit heart arrhythmia, terutama bagi mereka yang berusia lanjut. Sebuah studi yang dipublikasikan oleh Universitas Harvard pada tahun 2004, menunjukkan bahwa konsumsi ikan tuna 1-4 kali setiap minggu dapat meningkatkan omega-3 dan mencegah penyakit heart arrhythmia hingga 28 persen. Penggorengan tidak dianjurkan karena dikhawatirkan dapat menghasilkan radikal bebas yang justru merugikan bagi kesehatan tubuh. Cancer Epidemiology Biomarkers and Prevention dalam publikasi pada tahun 2004 menunjukkan bahwa konsumsi ikan yang kaya asam lemak (seperti ikan tuna) dapat mengurangi risiko penyakit leukemia, multiple myeloma, dan non-hodgkins lymphoma.

Studi yang dilakukan terhadap 6.800 orang Kanada tersebut menunjukkan bahwa konsumsi ikan yang kaya akan asam lemak dapat mengurangi risiko leukemia hingga 28 persen, multiple myeloma 36 persen, dan non-hodgkins lymphoma hingga 29 persen. Ikan tuna juga baik untuk mencegah kanker payudara. Hal tersebut disebabkan kandungan omega-3 pada tuna dapat menghambat enzim proinflammatory yang disebut cyclooxygenase 2 (COX 2), enzim pendukung terjadinya kanker payudara. Omega-3 juga dapat mengaktifkan reseptor di membran sel yang disebut peroxisome proliferator-activated receptor (PPAR)-ã, yang bisa menangkap aktivitas sel penyebab kanker. Selain itu, omega-3 juga dapat memperbaiki DNA. 


Untuk penyajian pasta Fettucini Tuna Pedas kali ini, diberi sentuhan rasa Indonesia. Hampir mirip dengan bumbu Woku ala Menado, namun aku tidak pakai kemiri dan kunyit. Rasanya? Jangan ditanya. Pedas mantap, menggugah selera!!

Fettucini Tuna Pedas
Bahan :
250 gram Fettucini
250 gram ikan tuna kalengan (pilih yang direndam minyak)

Bumbu halus:
1 siung bawang putih
3 siung bawang merah
6 buah cabe rawit merah
2 ruas jahe
1 batang sereh.
1 sdm garam
1sdt gula pasir

Pelengkap:
Daun jeruk dan daun kemangi

Cara Membuat:
1. Tiriskan Tuna dari minyak perendam, pakai minyak untuk menumis bumbu halus.
2. Rebus Fettucini sesuai instruksi kemasan, tiriskan.
3. Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan ikan tuna aduk - aduk hingga bumbu meresap. Masukkan daun jeruk hingga layu.
4. Tambahkan garam dan gula.
5. Masukkan Fettucini matang, campur kedalam tuna berbumbu hingga rata.
6. Masukkan daun kemangi, aduk sampai sedikit layu.
7. Sajikan hangat.

*untuk 4 porsi.

Selamat menimati, terlihat nikmeh bukaan??

Selasa, 22 Juni 2010

Siomay Ayam Udang

Siomay biasanya dibuat dari ikan tenggiri, di beberapa kesempatan customer ada yang tidak mau siomay ikan tenggiri. Mintanya ayam + udang. Rasa yang dihasilkan pasti berbeda dengan ikan. Namun ini hanya masalah selera saja.

Aku tidak menggunakan kulit pangsit/siomay seperti biasa. Adonan langsung saja kucetak di mangkok plastik kecil yang sebelumnya dioles minyak goreng. Resepnya dapat saat kursus di Yayasan Pia Halim. tapi sudah ku 'obrak-abrik' sesuai seleraku. Hehhehehhee.


Siomay Ayam Udang

Bahan:

300gram daging ayam cincang
200 gram daging udang cincang
2 sdm minyak goreng
150 gram tepung sagu tani
2 butir telur ayam
1 sdm bawang putih cincang.
wortel cincang untuk taburan atas

Bumbu:

2 sdm kecap asin
1 sdm minyak wijen
2 sdt lada
2 sdt garam

Cara membuat:
- aduk bahan- bahan dan bumbu menjadi satu
-  isikan pada cetakan (bisa juga ke kulit siomay), tahu, pare/kol.
-  kukus sampai matang

Bahan Bumbu Kacang:
300 gr Kacang tanah
3 siung Bawang putih
5 buah Cabe merah
(Kacang  Tanah + bawang putih + cabe digoreng)

1 sdm Gula pasir
1 sdt Garam ( atau sesuai selera)
500 ml Air matang


Cara Membuat:
- Kacang tanah, bawang putih dan cabe yang telah digoreng dihaluskan dengan cara ditumbuk atau diblender.
- Tumis kacang dan bumbu  yang telah dihaluskan tadi
- Didihkan air, masukkan tumisan bumbu kacang. tambahkan gula dan garam.
- Masak hingga mengental.
* jika tidak ingin bumbu pedas, isi cabe merah bisa dihilangkan



Sajikan siomay saat hangat, dengan saus kacang.



Dilengkapi kecap manis, saus tomat dan jeruk limau.

Rabu, 09 Juni 2010

Roti Abon dengan Tepung Ala Breadtalk

Di milis lagi heboh soal tepung K2 dan tepung ala Breadtalk. Nia Kurniasih mengkoordinir yang pada pengen beli tepung ini. Kebetulan banget aku ada pesenan snack box, jadi rencana dibuatin aja roti dari tepung ini. Sebelumnya, untuk perbandingan aku buat Roti dari Terigu Cakra kemasan, pas ada pengajian di tetangga dekat rumah jadi  kuantar saja ke beliau.

Sama - sama pake resep yang di share Shirley di blognya,

OREO BUN & CATERPILLAR BREAD:: Sumber: Kursus Arvian by Gary ::

Bahan2 roti:

1 kg Tepung terigu K2
225 gram Gula pasir
5 gram Bread improver (aku pake Baker's Bonus)
10 gram Bread emulsifier (Ibis Blue, tapi kemarin aku skip)
20 gram Ragi instan
50 gram Susu full cream bubuk
15 gram Garam
200 ml Susu cair (aku pakai Ultra)
100 gram Kuning telur (± dari 6 butir telur uk kecil)
350 ml Air es (biasanya kebanyakan)
100 gram Margarin
100 gram Butter

sama dengan Shirley, aku tidak menggunakan Bread Emulsifier.

Cara Membuat:

1) Campur adonan kering (terigu, gula pasir, bread improver, bread emulsifier, ragi instant, susu bubuk) hingga rata
2) Tambahkan susu cair, kuning telur, air es (secukupnya dulu, jangan langsung dituang semua).
3) Mixer sehingga 1/2 kalis
4) Masukan lemak dan garam
5) Mixer hingga kalis, ditandai dengan adonan sudah tercampur benar, jika diambil sedikit dan dibentangkan maka adonan akan seperti selaput / membran yang tidak putus.
6) Istirahatkan adonan sebentar saja (5 menit)
7) Potong dan bulatkan adonan

Ketika aku buat adonan ini, setelah kalis aku istirahatkan 20 menit. Setelah itu kempiskan adonan. potong - potong dan timbang masing- masing 40gram.  Untuk tepung 500 gram, dapat 24 buah. Bulatkan dengan cara rounding, setelah itu istirahatkan lagi adonan 30-60 menit. Tergantung cuaca pada saat itu. Setelah mengembang maksimal, aku bentuk agak lonjong, lalu dipanggang di suhu 170'C selama 15 menit. 


Nah, besoknya aku coba menggunakan tepung ala Breadtalk ini untuk snackbox. Dengan resep sama, cara yang sama. Hasilnya memang lebih lembut dibanding sebelumnya yang menggunakan Tepung Cakrea kemasam, serat yang dihasilkan lebih halus. Tepung ala Breadtalk ini bisa jadi pilihan untuk yang mau bakulan roti, seperti saya... halaahhh. Bukan bakery sih, cuma untuk alternatif pengisi snack box aja.








Untuk olesannya  aku mengunakan mayonaise + susu kental manis dengan perbandingan 4:1. Saat ini yang kupakai abon sapi biasa. Seratnya memang masih terlalu kasar dibading abon yang dipakai di Breadtalk. tapi lumayanlah rasanya untuk kelas rumahan. Jiee, narsis dong...










Tips-trick membuat roti:
- Penggunaan Bread Improver dan Bread emulsifier hanya alternatif saja, supaya Roti lebih lembut dan empuk. jika tidak menggunakannya, bisa tetap mengembang, hanya memang beda tekstur serat dan kekokohannya.
- Biasakan untuk tidak langsung menunag bahan cair sekaligus,  sedikit - sedikit dahulu sampai tahapan yang diinginkan tercapai. 
- Pastikan adonan sudah kalis benar baru memulai tahap rounding. Saat membagi dan menimbang, adonan jangan ditarik, cukup gunakan pisau untuk mebaginya, supaya serat roti terlihat bagus.
-Rounding mempengaruhi tekstur roti nantinya. permukaan adonan harus bulat mulus. Tehnik rounding perlu pengalaman, tidak cukup praktek hanya sekali saja.
-Untuk membantu proofing ( mengembangkan adonan), jika cuaca tidak memungkinkan karena dingin misalnya, kita bisa menggunakan oven untuk menyimpan adonan. Sebelumnya didasar oven diletakkan wadah berisi air panas ( bukan mendidih, cukup maksimal 40'C). loyang berisi adonan diletakkan di rak paling atas. *oven hanya berfungsi sebagai lemari, jangan ditaruh di atas kompor menyala..:P*


 
Related Posts with Thumbnails